Pages

Minggu, 08 Januari 2012

SIMBADDA, Ternyata Punya Indonesia Gan!!!




Walaupun belum pernah punya pasti minimal pernah liat, denger, nyenggol, atau malah lagi ngincer tuh merek buat dibeli...

SIMBADDA ternyata bukan cuma produksi casing ato speaker doang gan...tapi buanyak lagi... Mereka bikin Power Supply, MP3 Player, HDD Portable, Keyboard & Mouse juga mereka bikin.

Kamis, 24 Januari 2008


Peluang memang selalu terbuka bagi mereka yang kreatif. Tak terkecuali di ceruk bisnis yang persaingannya ketat. Pengelola merek Simbadda tampaknya termasuk pemain yang seperti itu, sehingga cukup sukses di bisnis active speaker dan casing komputer. Kini, casing komputer merek Simbadda sangat populer di kalangan pengguna komputer menengah-bawah dan mahasiswa

Merek Simbadda sebenarnya baru hadir di pasar Indonesia pada 2002, diorbitkan PT Bhakti Sentosa Raya (BSR). Produknya dibuat dengan pola alih daya (outsourcing) di salah satu pabrik di Cina. Merek Simbadda sendiri, menurut David, Manajer Pemasaran BSR, tidak bermakna apa-apa. “Nama itu diambil karena terasa enak diucapkan saja, tidak ada arti khusus,” katanya terus terang.

Yang menarik, cikal bakal BSR sendiri hanyalah sebuah toko bernama Atakindo di Plaza Pinangsia, Glodok, Jakarta. Toko yang berdiri pada 1996 ini menjual berbagai jenis hardware komputer seperti casing, motherboard, memory, processor, keyboard, dan lain sebagainya. Pada 2001, Plaza Pinangsia terbakar, dan Atakindo menjadi salah satu korban. Semua barang dagangan ludes. Namun pemilik Atakindo berusaha bangkit, dengan tetap berbisnis hardware komputer, hanya saja lebih fokus menjual casing dan active speaker. Bila sebelumnya lebih berperan sebagai reseller, kini langsung sebagai importir. Barulah pada 2002 dibentuk BSR, dengan lokasi kantor masih di bilangan Pinangsia.

Ketertarikan berbisnis casing dan speaker aktif ini, disebutkan David – yang bergabung ke BSR sejak 2002 – karena waktu itu di pasar belum ada produk casing yang bermodel trendi, kuat, tapi harganya terjangkau. Apalagi, waktu itu marak permintaan komputer rakitan yang juga mendorong permintaan casing. Begitu pula, pasar speaker aktif –khususnya di segmen menengah-bawah – belum tergarap optimal. “Speaker aktif berharga di atas Rp 500 ribu umumnya berukuran besar. Sedangkan speaker aktif di bawah Rp 500 ribu yang ada di pasar, kualitasnya kurang memuaskan dan modelnya terlalu biasa. Nah, Simbadda masuk ke segmen harga Rp 100-500 ribu, tapi dengan bentuk yang lebih mungil, portabel dan suara yang cukup berkualitas,” David menuturkan. Modelnya sendiri merupakan gabungan dari pengembangan desain produk di luar negeri dan pemenuhan selera konsumen lokal. Mengenai produksi yang dialihdayakan 100% ke Cina, menurut David, selain karena biaya produksinya relatif murah, pihaknya juga punya jaringan bisnis di sana.

Meski Simbadda kini lebih menyasar segmen menengah-bawah, awalnya BSR sebenarnya ingin menyasar kalangan korporat. “Jika kami start di segmen perusahaan, brand kami juga akan terangkat,” David memberi alasan. Namun seiring berjalannya waktu, ternyata ada segmen lain yang lebih fanatik dengan produk Simbadda, yakni kalangan mahasiswa. “Di Bandung dan Yogya, kalangan mahasiswa umumnya fanatik dengan Simbadda,” kata David.

Gunawan Arwan, pemilik toko komputer Fokus Mediatama di Mal Mangga Dua, mengungkapkan, 80% dari 50 unit komputer yang dijual di tokonya memakai casing Simbadda. “Merek ini sudah terkenal untuk casing komputer rakitan. Kualitasnya bagus, bandel, dan fiturnya cukup lengkap,” papar Gunawan. Menurutnya, faktor harga bukanlah yang utama dalam benak konsumen ketika membeli casing, karena yang menjadi daya tarik justru desainnya.

Adapun Andre, pemilik Glodok VCD yang sejak empat tahun lalu menjual produk-produk Simbadda, menuturkan, selama ini tingkat penjualan speaker aktif Simbadda paling tinggi dibanding merek lain yang dijualnya seperti Altec, Lansing, Sonic Gear, dan lainnya. Ia menyebutkan, Glodok VCD bisa dua kali seminggu mengorder barang ke Simbadda.

David mengklaim, penjualan Simbadda sejak 2002 meningkat 5%-10% tiap tahunnya. Per 2007 penjualannya berkisar 4-5 ribu unit/bulan untuk casing, dan 4.000-4.500 unit speaker aktif. Jaringan distribusi Simbadda pun kini berkembang dari yang awalnya hanya satu kota, menjadi 6 kota (Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan dan Banjarmasin). Di masing-masing kota, BSR mengangkat master dealer untuk menyuplai kebutuhan ke kalangan reseller di wilayahmya. Hanya saja, sejauh ini pasar terbesar masih di Jakarta (sekitar 50% dari penjualan total), disusul Bandung dan Surabaya.

Ke depan, menurut David, Simbadda akan terus mencari peluang pasar baru di luar produk casing dan speaker aktif. Pertengahan 2007 Simbadda baru masuk ke bisnis produk MP3 player, MP4 player, dan MP3 player with speaker. MP4 player Simbadda, misalnya sudah mulai dipasarkan. Modelnya mirip iPhone-nya Apple, dengan fitur cukup lengkap. “Sekarang mulai marak mobile entertainment, itu yang akan kami garap,” kata David.


Jadi...kalo selama ini kita berpikir ini buatan china  ente bener gan 
tapi juga tetep aja ini mereknya Indonesia 

Coba deh cek websitenya di www.simbadda.co.id atau di http://simbaddajkt.blogspot.com/

0 comments:

Posting Komentar