Pages

Tampilkan postingan dengan label WEB DESIGN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WEB DESIGN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Januari 2012

Variabel dalam PHP

       Variabel digunakan sebagai tempat penyimpanan data sementara. Data yang disimpan dalam variabel akan hilang setelah program selesai dieksekusi. Untuk penyimpanan data yang permanen, kita dapat menyimpan data di database atau di disk. Silahkan mengacu pada Akses Database untuk mendalami penggunaan database, dan Akses File dan Folder untuk penyimpanan data di filesystem. Variabel di PHP diawali dengan tanda $, untuk dapat menggunakan variabel, ada dua langkah yang harus dilakukan, deklarasi dan inisialisasi.











Variabel adalah sebuah tempat di memori untuk menyimpan data yang nilainya dapat berubah-ubah. Variabel dalam PHP tidak harus dideklarasikan sebelum variabel tersebut digunakan. Variabel diwakili oleh kata tertentu dengan aturan penulisan sebagai berikut :
# Variabel dimulai dengan tanda dollar ($).
# Harus dimulai dengan huruf atau underscore (_).
# Tidak boleh menggunakan tanda baca.
# Case sensitive atau huruf besar dan huruf kecil dibedakan.


Deklarasi Variabel

Deklarasi variabel bisa disebut juga memperkenalkan atau mendaftarkan variabel ke dalam program. Dalam PHP, deklarasi variabel seringkali digabung dengan inisialisasi. Variabel dalam PHP dinyatakan dengan awalan $.Contoh :


$nama
$alamat
$jumlah

Ada beberapa aturan yang harus diikuti berkenaan dengan pemberian nama variabel, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Variable diawali dengan tanda $
  • Karakter pertama setelah tanda $ harus huruf atau garis bawah ( _ )
  • Karakter berikutnya boleh huruf, angka, atau garis bawah.

ATURAN PENAMAAN VARIABEL


Dalam pemberian nama variabel terdapat suatu aturan, yaitu:
  • Nama variabel harus diawali dengan huruf atau underscore “_” dan tidak boleh diawali dengan angka. Lihat contoh di bawah ini:
    <?php
    $jumlah = 2480;
    $_jumlah = “ghaNOZ 2480″;
    $24nama = “ghaNOZ 2480″;  // Tidak boleh karena diawali
    // dengan angka
    ?>
  • Nama variabel boleh terdiri dari karakter alpha-numeric dan underscore(a-Z, 0-9, dan _). Lihat contoh di bawah ini:
    <?php
    $pekerja1 = “Rudi”;
    $pekerja_2 = “Budi”;
    $pekerja3 = “Ujang Buck”;
    ?>
  • Tidak mengandung spasi (spaces). Jika nama variabel lebih dari satu kata, dipisahkan dengan underscore atau dengan huruf kapital pada kata kedua. Lihat contoh di bawah ini:
    <?php
    $bahasaPemrograman = “PHP”;
    $KotaKelahiran = “Bandung”;
    $Nama Saya = “ghaNOZ 2480″;   // Tidak boleh karena,
    // mengandung spasi
    $NamaSaya = “ghaNOZ 2480″;    // Ini baru benar
    $nama_saya = “ghaNOZ 2480″;
    ?>

Inisialisasi Variabel


Inisialisasi variabel adalah mengisi nilai untuk pertama kalinya ke dalam variabel. Contoh inisialisasi melakukan inisialisasi Variabel adalah sebagai berikut :


$nama="Widi Mawardi";
$alamat="Jl Ibu Ganirah No 252 D Cimahi-Bandung";
$jumlah=100;


sumber : http://ghanoz2480.wordpress.com/2008/03/27/variabel-dalam-php/

Array dalam PHP



Array digunakan untuk mengidentifikasi variabel yang memiliki jumlah data yang lebih dari satu, tetap memiliki nama variabel yang sama.

Membuat dan Membaca Data Array


Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk membuat data array dalam program PHP. Cara yang pertama adalah memasukkan nilai dari array itu secara langsung seperti pada contoh berikut :

<?
$nama[0]="Doraemon";
$nama[1]="Nobita";
$nama[2]="Sizuka";
$nama[3]="Giant";
$nama[4]="Suneo";

echo "Nama nama tokoh dalam kartun doraemon adalah :<ul>";
for($i=0; $i<=4; $i++){
    echo "<li>$nama[$i]</li>";
}
echo "</ul>";
?>


Array Doraemon.jpg


Cara yang kedua adalah menggunakan fungsi array() seperti berikut ini :

<?
$nama=array("Doraemon","Nobita","Sizuka","Giant","Suneo");

echo "Nama nama tokoh urutan pertama adalah $nama[0] dan urutan terakhir adalah $nama[4]";
?>


Array Cara kedua.jpg


Beberapa fungsi lain yang berkaitan dengan pembacaan data array adalah :

Fungsi
Keterangan
key()
Digunakan untuk mengetahui angka indeks pada posisi pointer aktuf saat diakses.
current()
Digunakan untuk mengetahui nilai array pada posisi pointer aktif.
next()
Digunakan untuk menaikkan pointer ke data array berikutnya.
prev()
Digunakan untuk kembali ke data array sebelumnya.
end()
Digunakan untuk meletakkan pointer pada posisi akhir array.
reset()
Digunakan untuk meletakkan pointer pada posisi awal array.


Menambah Isi Data Array


Untuk menambahkan isi dari sebuah data Array, digunakan fungsi array_push(). Penggunaan fungsi tersebut memungkinkan isi data array bisa disusun dengan susunan baru.
Contoh dalam script :

<?
echo "<b>Menambahkan data pada Array</b><br>";

$nama=array("Doraemon","Nobita","Sizuka","Giant","Suneo");
echo "Urutan array yang asli \$nama=array(\"Doraemon\",\"Nobita\",\"Sizuka\",\"Giant\",\"Suneo\");";
echo "Urutan array setelah ditambah";

array_push($nama,"Dekisugi","Doremi");
for($i=0; $i<=6; $i++){
    echo "<br>$i : $nama[$i]";
}
?>


Menambahkan Data Array.jpg



Menggabung Data Array


Data pada array dapat digabung dengan beberapa array sekaligus. Untuk menggabung array, kita bisa menggunakan fungsi array_merge(). Berikut contohnya :

<?
$browser1=array("Firefox","Chrome","Opera");
$browser2=array("Safari","Flock","Internet Explorer");
$gabung_browser=array_merge($browser1,$browser2);

echo "Browser yang sering dipakai adalah :<ul>";
for($i=0; $i<=count($gabung_browser)-1; $i++) {
    echo "<li>$gabung_browser[$i]</li>";
}
echo "</ul>";
?>


menggabung array.jpg



Menghapus Isi Array


Untuk menghapus isi data array pertama, kita dapat menggunakan fungsi array_shift(). Berikut adalah contohnya :

<?
$hapus_array=array("Firefox","Chrome","Opera");
echo "Isi dari array :<ul>";
for($i=0; $i<=count($hapus_array)-1; $i++) {
    echo "<li>$hapus_array[$i]</li>";
}
echo "</ul>Isi data array setelah dihapus :<ul>";
$hasil=array_shift($hapus_array);
for($i=0; $i<=count($hapus_array)-1; $i++){
    echo "<li>$hapus_array[$i]</li>";
}
echo "</ul>";
?>


Hasilnya :

Hapus Array.jpg



Mengurutkan Data Array


Dalam bahasa pemrograman PHP, terdapat fungsi yang digunakan untuk mengurutkan isi data array. Fungsi yang digunakan adalah sort() dan berikut adalah contoh dalam script PHP :

<?
$huruf=array("G","B","D","A","C","F","E","H");
sort($huruf);
echo "Huruf urut :<ul>";
for($i=0; $i<=count($huruf)-1; $i++){
    echo "<li>$huruf[$i]</li>";
}
echo "</ul>";
?>


Urut Array.jpg



Memotong Dan Menggabung Elemen Array


Sebagian isi dari sebuah array dapat dipotong atau diambil dengan menggunakan fungsi array_slice(). Sedangkan untuk menggabungkan data array menjadi satu dapat menggunakan fungsi array_merge(). Untuk format penulisannya adalah :
array_slice(variabel,offset,length)
  • variabel
    Adalah variabel array yang datanya akan dipotong
  • Offset
    Apabila parameter ini bernilai positif, maka pengambilan/pemotongan akan dimulai dari awal elemen, namun apabila negatif maka pengambilan/pemotongan dimulai diakhir elemen.
  • length
    Apabila bernilai positif, maka yang diambil adalah jumlah dari elemen namun apabila bernilai negatif, maka pemotongan diakhiri dengan sejumlah elemen akhir sebesar parameter length. Namun apabila parameter length tidak dideklarasikan, maka pemotongan akan diambil sampai dengan element yang terakhir.
Untuk menggabung array format penulisannya adalah :
array_merge(array1,array2,...)

Contoh dalam script adalah :

<?
$data=array("a","b","c","d","e","f");
echo "\$data=array(\"a\",\"b\",\"c\",\"d\",\"e\",\"f\");";

$potongan_pertama=array_slice($data,4);
$potongan_kedua=array_slice($data,2,-1);

echo "<br>Hasil potongan yang pertama adalah : ";
for($a=0; $a<=count($potongan_pertama); $a++){
    echo "$potongan_pertama[$a]";
}

echo "<br>Hasil potongan yang kedua adalah : ";
for($b=0; $b<=count($potongan_kedua); $b++){
    echo "$potongan_kedua[$b]";
}

$gabung=array_merge($potongan_pertama,$potongan_kedua);
echo "<br>Hasil gabungan keduanya adalah : ";
for($c=0; $c<=count($gabung); $c++){
    echo "$gabung[$c]";
}
?>


Potong Gabung Array.jpg


Read more: http://viruspintar.blogspot.com/2010/07/array-dalam-php.html#ixzz1jFYZlAtw

Kekurangan dan kelebihan Web Server

Dari ekian banyak web server yang ada, pastilah mempunyai kekurangan dan kelebihan. Ini dia kekurangan dan kelebihan web server :

Apachelink-download 
NoKelebihan dan Kekurangan
1Open Source
2Proses instalasinya mudah
3Mudah untuk dikustomisasi (Apache hanya punya 4 file konfigurasi) ataupun menambah
peripheral dalam web servernya
4Bisa digunakan di berbagai platform mesin dari mainframe sampai embedded system
5Ada komunitas yang besar sehingga mudah mencari solusinya jika ditemukan masalah
6Mudah dicari di internet
7Server Apache otomatis berkomunikasi dengan clientnya untuk mendapatkan tampilan web
terbaik
8Keamanannya bagus dan bisa menggunakan SSL (Secure Socket Layer)
9Tidak bisa mengatur load seperti IIS sehingga akan terus memfork proses baru sampai dalam
batas yang diijinkan OS. Akan memudahkan penyerang karena RAM akan cepat habis
10Mudah diserang oleh DoS (pada Apache versi 1.3 dan versi 2 sampai versi 2.0.36)
11Apache tidak memproses karakter kutip dalam string Referrer dan User-Agent yang
dikirimkan oleh Client. Ini berarti Client dapat memformulasi inputnya secara hati-hati untuk
merusak format baris log akses

IIS Webserver
IISlink-download 
NoKelebihan dan Kekurangan
1Lebih kompatibel dengan Windows karena memang IIS adalah keluaran Microsoft
2Unjuk kerja untuk PHP lebih stabil, handal, dan cepat
3Adanya kemampuan diagnostik untuk pelacakan kesalahan (bisa dikustomisasi)
4Untuk platform .NET, user hanya bisa menggunakan IIS
5Memiliki score tertinggi dari web server lainnya untuk masalah bug
6Tidak gratis (web server berbayar)
7Port 80 (Port untuk layanan web) sangat mudah diserang oleh cracker
8Keamanan file log juga sangat mudah ditembus sehingga system password pun akan mudah
didapatkan
Nginx Webserver
NGINXlink-download 
NoKelebihan dan Kekurangan
1Performanya yang tinggi, stabil, memiliki banyak fitur
2Mudah dikonfigurasi
3Menggunakan hanya sedikit sumberdaya pada server
4Tidak bergantung kepada thread untuk melayani klien
5Belum support IPV6
6Update/patchnya versi terbarunya lama keluar
7Fast-CGInya tidak berfungsi maximal
8Pemakainya tidak sebanyak Apache atau IIS (komunitasnya tidak sebanyak Apache atau IIS)